Puskesmas Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja

Selasa, 24 Januari 2012 13:50

Petugas Puskesmas memeriksa siswaKesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual. Tumbuh kembang ini menyebabkan remaja di manapun ia menetap, mempunyai sifat khas yang sama yaitu mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang.

Hasil pengamatan Puskesmas Besole ditemukan masalah-masalah kesehatan yang berkaitan dengan masa remaja, diantaranya kehamilan di luar nikah, aborsi remaja, pernikahan usia dini dan kekerasan seksual pada remaja. Penyalahgunaan NAPZA dan penyebaran HIV/AIDS pada remaja. Beberapa tahun yang lalu penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya) pada remaja belum semarak seperti saat ini dan infeksi HIV AIDS masih amat langka namun keadaan tersebut berangsur-angsur berubah dan terjadi kecenderungan diakibatkan peningkatan perilaku tidak sehat pada remaja.

Dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), dengan melibatkan remaja, maka dibentuk suatu konsep Puskesmas Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja. Konsep ini membentuk remaja sebagai ujung tombak promosi kesehatan masyarakat. Dengan remaja yang tahu kesehatan reproduksi lebih banyak,terjadinya pernikahan dini,kehamilan yang tidak dikehendaki, penularan penyakit menular seksual dapat dicegah. Selain itu remaja akan menjadi sumber informasi dan agen perubahan bagi remaja sebayanya dan keluarganya yang selanjutnya masyarakat sekitarnya untuk menerapkan perilaku sehat.

Beberapa hal yang harus diketahui Remaja dalam upaya AKI dan AKB:

  1. Pengetahuan seputar pernikahan (Usia menikah yang ideal dan hal2 yang berkaitan dengan pernikahan dan dampaknya).
  2. Pengetahuan kesehatan tentang pra kehamilan, kehamilan dan pasca kehamilan serta dampaknya.
  3. Pengetahuan tentang penyakit menular seksual dan pencegahannya.
  4. Penyalahgunaan NAPZA dan dampaknya.
  5. Pengetahuan tentang penyimpangan perilaku seksual.

Pengetahuan remaja terhadap berbagai hal di atas diharapkan remaja dapat mengamalkan untuk diri sendiri dan keluarganya, sehingga masalah terkait kesehatan reproduksi dan dampaknya dapat dilakukan upaya pencegahan sejak dini.

Strategi yang dilaksanakan di Puskesmas Besole dalam rangka memberikan pelayanan peduli kesehatan remaja sebagai berikut:

  1. Mengintegrasikan pengetahuan kesehatan reproduksi dalam kegiatan UKS di sekolah (dengan sasaran siswa SD klas 5 dan 6, siswa SMP dan SMA juga santri pondok pesantren).
  2. Mengintegrasikan dalam kegiatan pembinaan Pramuka Saka Bhakti Husada (SBH) dan Pos Kesehatan Pesantren.
  3. Menyediakan layanan kesehatan/klinik khusus remaja dan anak-anak dalam gedung Puskesmas.

Masih banyak hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan konsep Puskesmas Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja. Keterbatasan sumber daya dan dukungan sektor terkait perlu ditingkatkan. Namun demikian dengan semangat pengabdian dan membangun masyarakat yang sehat kegiatan ini harus dilaksanakan. Remaja adalah generasi penerus, mereka harus dipersiapkan dengan baik dan matang. Remaja adalah aset bangsa yang harus dibekali dengan kesehatan yang prima.



  • Video
  • Facebook
  • Populer

Jual Rumah dan Toko
Dijual rumah di Jl. Mojopahit No. 40 Blitar. Luas 429 m2. Harga: 350 juta rupiah.
Susu Kambing
Jual susu kambing kemasan 250 ml. Harga Rp. 30.000,00 per liter.
Promo UKM
Promosikan produk UKM anda gratis di www.promoukm.com
Jual Rumah Perumahan
Dijual rumah di Bumi Mas F 19, LT 90, LB 135, menghadap timur, 3 km dari kota. Ditawarkan 150 juta, nego.
You are here:   BerandaBeritaPuskesmas Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja