Beberapa saat lalu seorang warga Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, Zaini, 57 tahun, menderita sakit. Ketika dirawat di RSUD Dr. Iskak, dari hasil pemeriksaan laboratorium, pasien tersebut positif terjangkit sakit, dikarenakan bakteri Leptospira yang disebarkan oleh kencing tikus.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung yang berhasil menangkap tikus di sekitar rumah Zaini tersebut, menemukan bakteri yang sama dalam tikus yang tertangkap tersebut. Perburuan tikus pun di koordinasikan lintas sektoral dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung.
Jumat pagi ( 27/01) ratusan warga desa Mojoarum, beserta petugas dari kecamatan Gondang, Koramil dan Polsek serta Puskesmas Gondang melakukan gerakan pengendalian tikus tersebut. Areal yang rimbun dengan tanaman liar dibersihkan. Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung menyediakan rhodentisida atau racun tikus dalam bentuk umpan dan dalam bentuk asap.
Namun berburu tikus di di sekitar perumahan warga, bukanlah pekerjaan yang mudah. Menurut Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Ir. Tatang Suhartono, M.Si, perburuan tikus biasa dilakukan petani di areal persawahan yang terbuka, dengan lubang tikus yang jelas kelihatan. Sementara di lingkungan sekitar rumah Pak Zaini ini, tikus bersembvunyi di hutan sekitar rumah warga juga di sekitar pohon bambu yang banyak terdapat di sana. Meski kesulitan mencari lubang tikus aktif, antusias warga untuk mengendalikan tikus yang dapat menyebarkan penyakit tersebut tidaklah surut. Mereka memasang racun berbentuk umpan di sekitar tempat yang diduga menjadi sarang tikus dan di sekitar perumahan warga, baik di bawah genteng ataupun sekitar kandang sapi.
Hari Rabu pekan depan Dinas Pertanian bersama warga mengagendakan pengendalian tikus di persawahan yang tidak jauh dari lokasi perumahan warga. Selain untuk mengendalikan tikus yang mengandung bakteri Leptospira upaya tersebut juga digunakan sebagai langkah pencegahan sebelum tikus tersebut menyerang areal pertanaman padi milik petani.
"Petugas kami yang di lapangan telah mengindentifikasi adanya lubang tikus yang tidak jauh dari perumahan. Kalau tidak segera dibasmi, kami khawatir tikus tersebut kembali akan menyebarkan penyakit yang mengganggu warga, karena radius tikus mencari makanan bisa sangat jauh dari sarangnya. Pemerintah Kabupaten Tulungagung, telah menyiapkan racun sebanyak yang dibutuhkan petani," pungkas Tatang Suhartono. (Okky Diperta)