Kenaikan tarif angkutan umum di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menjelang Lebaran telah meresahkan. Untuk bus jurusan Tulungagung-Blitar yang semula Rp10 ribu, kini berubah menjadi Rp18 ribu. Selain mengejutkan, kenaikan ongkos transportasi tersebut dinilai memberatkan. "Naiknya kok sampai lebih dari 50 persen gitu?, "tutur Suprapto salah seorang penumpang bus jurusan Tulungagung-Blitar.

Begitu juga dengan tarif antar kota dalam provinsi (AKDP) Tulungagung-Surabaya. Untuk bus non ekonomi yang sebelumnya terpatok Rp 40 ribu, kini menjadi Rp 80 ribu. Sedangkan jurusan Trenggalek-Surabaya yang pada hari normal Rp 40 ribu, berganti tarif menjadi Rp 90 ribu. "Setiap lebaran masyarakat tahu kalau ada kenaikan tarif, tapi baru tahun ini naiknya ugal ugalan, "keluh Rahmawati yang hendak bepergian ke Surabaya.

Kepala Terminal Gayatri Kabupaten Tulungagung Anggar Wicaksono membenarkan adanya kenaikan tarif antara 50 persen sampai 100 persen. "Kebijakan tersebut berlaku mulai 21 Juli atau H-7 lebaran, " ujarnya. Khusus untuk tarif otobus non ekonomi (Patas), pihak terminal, kata Anggar tidak memiliki kewenangan melakukan pembatasan. Kewenangan pembatasan kenaikan hanya berlaku pada tarif ekonomi.

"Karenanya untuk tarif bus ekonomi jurusan Tulungagung-Surabaya tidak boleh lebih dari Rp 31 ribu, "jelasnya. Sementara terkait merebaknya keluhan masyarakat, Anggar meminta para awak bus untuk terus melakukan sosialisasi.

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
  • AuliaPDF

    selamat siang
    kepada
    Yth Kepala Bagian transportasi
    di Tulungagung

    Saya mencari sarana untuk menyampaikan kritikan ini. Kemarin saya menggunakan jasa bisa dari tulungagung ke malang pada tanggal 14 september 2016 pukul 11 an. saya membayar dengan uang 20 ribu tujuan rejotangan, namun kondektur menegaskan rejotangan itu blitar dan akhirnya saya menerima tiket dengan tujuan blitar. kondektur tidak segera memberikan kembalian dan justru duduk di belakang bis. ketika mendekati tujuan turun, saya meminta kembalian dari kondektur (biasanya kondektur tidak ada kembalian dan meminta penumpang menunggu hingga ada kembalian). saya terkejut ketika kondektur bis justru mengatakan bahwa saya telah menerima kembalian sebesar 10 ribu, padahal jelas-jelas saya tidak menerimanya. bahkan kondektur menyebut nama tuhan sebagai pembenaran. saya merasa benar dan meminta kembalian 8 ribu walaupun seharusnya hak saya adalah 10 ribu. saya sebagai penumpang kecewa atas pelayanan transportasi dari pemerintah tulungagung. sungguh tidak pantas hal ini dilakukan kepada penumpang, dan mohon ditindak lanjuti hal ini.

    hormat saya

  • Fery

    Ngapunten pak dishub..bus t.agung blitar hari biasa yg aturannya 10rb penarikannya 15rb..pd lebaran yg tertera d atas 18rb ini malah 20rb...mohon untuk dtertibkan kasian masyarakat yg merasa drugikan padahal jarak t.agung blitar yg tdk trlalu jauh.trims dan mohon kebijakannya